Ya "Allah" bocah sd meninggal dunia di aniaya ibu karena Belajar online , Guru di minta tak beri tugas berlebihan.

 


Merdeka.com - KS (8) sempat menulis surat sebagai pesan terakhir sebelum meninggal dunia akibat dianiaya ibu kandungnya Lia Handayani (26). Siswa SD itu meregang nyawa setelah dianiaya karena sang ibu kesal korban kesulitan belajar online.


Surat itu ditujukan untuk pelaku dan sang ayah Imam Safi'e (27). Hal itu diungkapkan pelaku Lia Handayani.


"Dia pun pernah bikin surat, mungkin sudah lama cuma saya baru baca. Isi suratnya kata dia, mamah papah maafin yah. Karena udah selalu bikin mamah sama papah marah terus, enggak bakalan kaya gitu lagi. Udah gitu doang," kata Lia, Rabu (16/9).


Lia mengaku menyesali perbuatannya. Pelaku mengaku perbuatan itu dilakukannya tanpa sadar.


"Waktu melakukan itu, saya menyesal banget. Saya lebih baik saya yang mati. Pikir saya, saya ini apa sampai saya minta maaf sama suami dan anak saya. Saya enggak sadar, demi Allah saya enggak sadar," ujar dia.


Korban Dikuburkan Pelaku

Lia mengaku membawa anaknya dalam kondisi telah meninggal dunia, dari Pejompongan Jakarta Pusat ke Kabupaten Lebak, menggunakan sepeda motor. Korban lantas dikuburkan pelaku di Lebak.


Lia bersama sang suami berboncengan dengan membawa korban dan saudara kembar korban menuju lokasi TPU Kampaung Gunung Kendeng, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak.


"Korban pakai baju (ikut terkubur) itu saja. Habis itu sampai di sana langsung dikubur pinjam cangkul," ujar Lia


Setelah itu mereka kembali ke Jakarta. Menurut polisi, tersangka membawa jasad korban dari sejak di Jakarta menuju Kabupaten Lebak berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha NMAX berwarna hitam, dengan nomor polisi B 3795 PIV.


"Korban sejak dibawa dari Jakarta ke Lebak sudah dalam kondisi meninggal dunia," katanya. AKP David Adhi Kusumah, Kasatreskrim Polres Lebak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel