Masya Allah, Tak Mau Bikin Istri Cemburu, Syekh Ali Jaber 2 Tahun Tak Pegang Hp ,Saya Lebih Baik Mengalah daripada Bertengkar


PIKIRAN RAKYAT - Penusukan terhadap seorang ulama, Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu masih ramai diperbincangkan publik.


Diketahui sebelumnya, Syekh Ali Jaber menjadi sasaran aksi penusukan di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjung Karang, Bandar Lampung.


Pihak kepolisian sukses menangkap tersangka di hari kejadian penusukan pada 13 September 2020 lalu.

Identitas tersangka pun sudah dikantongi oleh polisi, yakni pemuda berusia 24 tahun berinisial AA.

Baru-baru ini Syekh Ali Jaber menjadi bintang tamu di acara podcast Deddy Corbuzier yang diunggah pada Selasa, 15 September 2020.


Dalam wawancaranya, Syekh Ali Jaber sedikit bercerita soal hubungan rumah tangganya bersama sang istri.

Ulama berdarah Madinah, Arab Saudi itu mengungkapkan bahwa sang istri pernah merasa cemburu terhadap jemaah wanita yang berfoto dengannya saat mengisi kajian.

"Sama istri saya kadang-kadang namanya pulang malam, melihat akitivitas di Instagram 'ko foto sama perempuan ini?', ya namanya jemaah kan," ujarnya sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com.


Syekh Ali Jaber mengaku lebih baik mengalah dan berusaha agar sang istri tak lagi cemburu.

Menurut Syekh Ali Jaber, ketika itu istrinya ingin foto tersebut untuk dihapus yang kemudian permintaannya dituruti sang ulama.


"Habis dia marah, 'udah sayang udah, terus apa maunya?' 'hapus foto'," ucapnya.


Usai menghapus foto, Syekh Ali Jaber kembali menanyakan apa yang harus dilakukan olehnya agar sang istri merasa nyaman.

Lalu istrinya pun meminta Syekh Ali Jaber untuk tidak lagi menggunakan HP.


Dari kejadian tersebut, diakui Syekh Ali Jaber bahwa ia sudah tak lagi menggunakan HP sejak 2 tahun lalu.


"Dua tahun saya enggak megang handphone. Beneran, dua tahun saya enggak pernah megang handphone," ungkap Syekh Ali Jaber.

Lebih lanjut Syekh Ali Jaber menuturkan bahwa dirinya tak ingin membuat sang istri merasa cemburu.


"Karena saya tidak ingin istri saya merasa tidak nyaman. Apalagi HP saya kan enggak pernah pakai password," terangnya.


Menurut Syekh Ali Jaber, rasa cemburu yang dirasakan oleh sang istri merupakan hal wajar dalam hubungan rumah tangga.

"Kan namanya perempuan, namanya cemburu ya. Liat hubungi siapa, WhatsApp siapa, wajar," tuturnya.

Syekh Ali Jaber menyebut bahwa ia lebih memilih untuk mengalah daripada harus muncul sebuah perselisihan.


"Saya mengalah, saya lebih baik mengalah daripada harus bertengkar," katanya.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel