Akhiri Polemik Masker Scuba dan Buff, Pemerintah Tetapkan Aturan Masker Kain Wajib SNI Ini Syaratnya


Dengan ditetapkannya SNI pada masker kain, maka diharapkan dapat mencegah penularan virus corona ketika sedang bepergian. /BSN / 


PORTALSURABAYA.com - Pemerintah mengahiri polemik masker scuba dan buff yang penggunaannya dilarang seperti di dalam KRL, karena masker jenis ini dianggap tidak efektif mencegah penularan virus Covid-19 dengan menetapkan Standart Nasional Indonesia (SNI) untuk masker kain.


Setelah melakukan perumusan selama lima bulan untuk melakukan evaluasi dan kelayakan masker kain, pemerintah melalui Menteri Perindutrian menetapkan standarisasi penggunaan masker kain yang aman.


Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindutrian mengatakan penetapan kualitas masker SNI ini untuk menjaga kualitas dan melindungi masyarakat dari persebaran penularan Covid-19. 


Bagi Nomor SNI masker kain adalah 8914:2020 untuk kategori tekstil- Masker dari kain dan ditetapkan melalui Keputusan Kepala BSN No 408/KEP/BSN/9/2020. 


Masker kain juga dibedakan menjadi 3 tipe yakni, Tipe A untuk penggunaan umum, Tipe B untuk filtrasi bakteri, dan Tipe C untuk filtrasi partikel. 


Ciri-ciri masker kain yang sesuai dengan SNI, Kemenperin memberikan panduan untuk masyarakat agar bisa mengenali masker kain yang sesuai SNI, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Muhammad Khayam, mengatakan masker kain harus diajukan agar bisa mendapatkan sertifikat SNI harus memenuhi sejumlah syarat. 


"Memiliki dua lapis kain dengan kombinasi bhan dari kain serat alam seperti katun dan ditambah dua lapisan kain chiffom mengandung polyester-spandex yang mampu menyaring partikel 80-90%. Tergantung pada ukuran partikel," Ujar Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Muhammad Khayam.


Masker dengan kualifikasi tersebut sudah memenuhi syarat tetapi belum mendapatkan sertifikat SNI. Produsen harus mengajukan produk maskernya ke Bandar Standarisasi Nasional (BSN) terlebih dahulu.


Muhammad Khayam juga menambahkan bahwa selain bahan dan spesifikasi tersebut, untuk bisa mendapatkan sertifikat SNI harus melalui uji efektivitas dlam menyaring bakeri dan partikel lain. Masker kain juga harus tahan luntur warna saat dilakukan pencucian, keringat asam dan basa, serta air liur . 


"Jika sudah memenuhi syaratnya, pada bagian kemasan masker wajib mencantumkan cara pemakaian, perawatan, pencucian dan lain-lain yang diperlukan dalam penggunaan makser kain dan juga penggunaan masker kain juga diinformasikan dalam SNI," Ujarnya.***


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel